Ramos Buruk untuk PSG

situalliga365 - Ramos Buruk untuk PSG : Vinicius Jr menjelma dari pemain yang gemar membuang peluang menjadi sosok yang mematikan di depan gawang. Nasihat Carlo Ancelotti kunci transformasi Vinicius.

situalliga365 – Ramos Buruk untuk PSG : Vinicius Jr menjelma dari pemain yang gemar membuang peluang menjadi sosok yang mematikan di depan gawang. Nasihat Carlo Ancelotti kunci transformasi Vinicius.
Vinicius Jr tampil tajam di awal musim ini bersama Real Madrid. Ia mampu mengemas empat gol dalam empat laga awal Los Blancos di LaLiga 2021/2022.

Efektivitas Vinicius dalam memanfaatkan peluang juga sangat apik. Ia mampu membuat empat gol hanya dari delapan percobaan tembakan yang dilakukannya. Pemain asal Brasil ini rata-rata membuat satu gol dalam setiap dua tembakan.

Peningkatan ketajaman Vinicius di musim ini menjadi hal yang mengejutkan. Pasalnya, penyelesaian akhir menjadi penyakit utama pemain 21 tahun ini di dua musim sebelumnya bersama Madrid.

Pada musim 2020/2021, Vinicius hanya mencetak tiga gol dari 35 laga di LaLiga. Sementara semusim sebelumnya, ia bikin jumlah gol yang sama dari 29 penampilan di LaLiga 2019/2020.

Musim ini menjadi musim tersubur Vinicius dalam kariernya di LaLiga bersama Madrid. Padahal, Liga Spanyol baru berjalan empat pekan.

Sosok kunci di balik tampil suburnya Vinicius di musim ini adalah pelatih Madrid, Carlo Ancelotti. Ancelotti yang datang ke Madrid musim panas ini tahu betul masalah Vinicius ada pada penyelesaian akhir.

Hal tersebut muncul karena Vinicius kerap terlalu lama mengiring bola. Don Carlo menasihati Vinicius untuk bermain lebih sederhana.

“Vinicius berbahaya saat situasi satu lawan satu. Saya mengatakan kepadanya akan sangat sulit sebagai penyerang bisa mencetak gol setelah empat atau lima kali menyentuh bola,” ujar Ancelotti dikutip dari AS.

“Saya mengatakan bahwa dia hanya membutuhkan satu atau dua sentuhan untuk mencetak gol dan itu semua yang dia butuhkan. Dia masih sangat muda dan akan terus berkembang.”

Nasihat tersebut benar-benar diresapi oleh Vinicius. “Mantra” Ancelotti dan kerja keras Vinicius untuk meningkatkan finishingnya saat latihan kini berbuah manis.

“Dia memang mengatakan itu: pada akhirnya hanya dengan satu atau dua sentuhan, itu lebih baik sebelum melakukan finishing. Itu lebih baik untuk saya dan semuanya ada datanya,” ujar Vinicius soal masukan Ancelotti.

“Saya terus memikirkan itu di dalam kepala saya dan kami sekarang menciptakan lebih banyak peluang dan mencetak lebih banyak gol. Pelatih banyak bekerja dengan saya di Valdebebas dan telah membantu saya berkembang,” jelasnya.

Sergio Ramos sendiri diharapkan bisa menularkan mentalitas juara kepada PSG yang sedang berburu gelar Liga Champions. Namun, Rothen justru khawatir bahwa Ramos akan jadi transfer gagal karena masalah kebugarannya.

“Cedera betis di pengujung karier dia itu sangat buruk karena sangat jarang pemain bisa sembuh sepenuhnya,” kata Rothen kepada RMC, yang dilansir AS. “Sesaat setelah si pemain meningkatkan kecepatan, apakah di dalam pertandingan atau latihan di PSG, dia masih tidak bisa melanjutkannya… Dan saat si pemain mencapai usia tertentu, dia akan membutuhkan bermain di beberapa pertandingan agar bisa tampil bagus lagi.

“Apakah dia akan bisa mendapatkan levelnya kembali setelah rasa sakit yang terus-terusan di betisnya? Saya sangat meragukannya,” sambung pemain yang memperkuat PSG di antara 2004-2010 ini.

“Saat dia datang, semua orang bilang Sergio Ramos akan mengubah mentalitas ruang ganti. Hari ini, Marquinhos dan Kimpembe tampil sangat baik daripada Ramos (melawan Clermont-red). Tapi mereka tidak memiliki aura yang cukup, PSG butuh lebih banyak.”

“Ramos akan harus berkontribusi untuk tim di atas lapangan, kalau tidak maka tidak ada gunanya memiliki dia di luar lapangan. Jadi saya punya kesan bahwa Ramos itu adalah sebuah ide yang buruk untuk PSG,” simpul Rothen.

 

Sumber : situslga365

RAJAELANGĀ AGEN BETTING BOLA ONLINE

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *